Paket Eksklusif Dari Masirah
Paket Khidmat · Masirah Tour & Travel · Hotel Pelataran Makkah

Di tanah suci,
energimu adalah ibadahmu.

Kebanyakan jamaah baru menyadari ini setelah sampai di sana.

Teh Ia di sini. Ada satu hal yang selalu Teh Ia tanyakan sebelum merekomendasikan sebuah travel umroh.

Teh Ia Masirah
Dikurasi langsung bersama Teh Ia Paket khidmat dengan hotel dekat pelataran dan perjalanan yang lebih tenang.
Chat Tim Teh Ia di WhatsApp
Scroll untuk tahu lebih lanjut

Kamu sudah hitung biaya umrohmu.
Tapi pernahkah kamu hitung waktunya?

Rata-rata paket umroh: 9 hari di tanah suci.

Hotel 20 menit dari Masjidil Haram.
Pulang pergi = 40 menit.
Lima waktu sholat = 3 jam 20 menit di jalan. Setiap hari.

9 hari × 3+ jam = lebih dari 27 jam energimu habis di aspal.

Itu lebih dari satu hari penuh HILANG. Bukan untuk ibadah. Untuk perjalanan.

Dan itu belum termasuk tahajud. Dhuha. Momen spontan ketika hatimu tiba-tiba ingin kembali ke Masjid.

Banyak jamaah yang baru menyadari ini setelah pulang. Dan menyesal bukan karena tidak umroh, tapi karena merasa ada yang terlewat.

Hari ke-3.
Badanmu mulai bicara.

01
Hari Pertama

Masih semangat. Jalan 20 menit terasa tidak apa-apa. Ini umroh, masa menyerah.

02
Hari Kedua

Kaki mulai berat. Tapi kamu tetap jalan karena ini umroh, bukan liburan.

03
Hari Ketiga dan seterusnya

Tubuhmu mulai protes. Dan kamu mulai membuat pilihan yang seharusnya tidak perlu ada:

  • Tahajud atau istirahat?
  • Sholat Subuh di Masjid atau di kamar saja?
  • Balik ke Masjid lagi atau hemat tenaga untuk nanti?

Bukan karena tidak serius. Tapi karena tubuhnya sudah tidak punya cadangan.

Yang paling menyakitkan bukan lelahnya.
Tapi momennya yang terlewat.

Bayangkan ini. Kamu baru selesai tawaf. Hati masih bergetar.

Ingin duduk sebentar. Menatap Ka'bah. Bermunajat sepuasnya untuk semua nama yang kamu bawa dari rumah.

Tapi kakimu sudah berat. Dan hotel masih 20 menit lagi.

Kamu berdiri. Kamu pulang.

Bukan karena tidak mau. Tapi karena tidak mampu lagi.

Itulah yang Teh Ia tidak mau terjadi padamu.

Ini bedanya.
Bukan soal kemewahan — soal ibadah.

Aspek 🕌 Hotel Pelataran 🚶 Hotel Jauh
Jarak ke Masjidil Haram ✓ 5 menit ✗ 20–30 menit
Energi harian di perjalanan ✓ ~30 menit ✗ 3+ jam
Tahajud & sholat malam ✓ Mudah, kapan saja ✗ Perlu kalkulasi tenaga
Momen spontan di Masjid ✓ Bisa kapan saja ✗ Harus direncanakan
Kondisi fisik hari ke-5 ✓ Masih segar ✗ Mulai drop
Ketenangan pikiran ✓ Fokus ibadah ✗ Sibuk logistik tenaga
Sholat di saf depan ✓ Lebih mungkin ✗ Sulit, tiba sudah lelah
Madinah — akses wanita ✓ 5 menit ke pintu masuk wanita ✗ Bergantung kondisi

Ini yang Teh Ia pilihkan.

Masirah menempatkan jamaahnya di hotel area pelataran Makkah pilihan hotel akan menyesuaikan tanggal keberangkatan, antara Zamzam Tower atau Shofwa Tower. Akses dekat ke Masjidil Haram, agar energimu tetap fokus untuk ibadah.

Dan di Madinah Al Aqeeq Hotel, 5 menit ke pintu masuk wanita Masjid Nabawi. Kamu tidak perlu bergantung siapapun untuk sampai di sana.

Bukan supaya kamu bisa foto hotel yang bagus.

Tapi supaya setiap sisa energimu bisa kamu tukarkan dengan waktu di hadapan Allah. Bukan di jalan.

Makkah Al-Mukarramah
Hotel di Zamzam Tower / Hotel di Shofwa Tower
Akses dekat ke Masjidil Haram
★★★★★
Madinah Al-Munawwarah
Al Aqeeq Hotel
5 menit ke pintu masuk wanita Masjid Nabawi
★★★★★

Ini bukan kata Teh Ia.

"Program umroh yang terbaik hotel yang dekat dengan pelataran agar kami tidak terlalu lelah berjalan. Karena kami ingin sholat 5 waktu, dhuha, tahajud selalu di Masjidil Haram."

Alumni Masirah Tour

"Rasa kami itu bersama Masirah seperti keluarga karena nyamannya, amanahnya itu yang kita butuhkan saat di sana."

Alumni Masirah Tour

Satu hal yang membuat Teh Ia yakin.

Masirah bukan travel terbesar. Tapi ada satu hal yang langka:

Pembimbingnya adalah pemiliknya langsung. Ustad Karim turun sendiri mendampingi jamaah bukan diwakilkan, bukan disubkon.

Kalau ada apa-apa di sana kamu tidak bicara dengan staff. Kamu bicara dengan orangnya langsung.

✓ Terdaftar Resmi PPIU ✓ Akreditasi A ✓ Anggota HIMPUH

Langkah pertamanya sederhana.

Kamu tidak perlu memutuskan apa-apa hari ini.

Cukup chat tim kami di WhatsApp. Ceritakan rencanamu mau berangkat kapan, berdua atau bersama siapa, ada pertanyaan apa.

Tidak ada pressure. Tidak ada kejar-kejaran. Hanya percakapan.

Chat Tim Teh Ia di WhatsApp

Semoga Allah memudahkan jalanmu ke Baitullah.
Dan semoga setiap langkahmu di sana — benar-benar untuk ibadah.

— Teh Ia